Langit Gelap
Awanpun menjadi kian pekat warna gelapnya
Udara terasa panas menyekap
Pertanda akan turun kah engkau wahai hujan?
Kau bawa diri pada satu rindu
Membuat memori berputar pada yang pernah kurasa dahulu
Rintikmu membuat hati menggebu
Berharap segera kudapatkan kembali memori itu dengan keadaan yang baru
Rintikmu membuatku ingin bermain selalu
Berbasah basah ria seperti saat aku kecil dahulu
Rintikmu kian kutunggu
Rintikmu kian menghadirkan tawa ceria untukku
Rindunya aku akan masa dan memori tentangmu
Hujan
Kau membawa kebahagiaan tersendiri bagi kami
Kala rintikmu tengah membasahi bumi, kami pun segera berdoa semoga turunnya engkau kian membawa berkah dari-Nya
Berharap turunnya engkau memberi manfaat untuk setiap makhluk-Nya
Kian diijabah setiap doa yang kami haturkan pada-Nya
Kan menjadi nyata tiap yang kami pinta
Kian terwujudkan tiap yang kami citakan
Hujan
Engkau kian menemani kala hati sedih
Engkau pelipur lara bagi hati yang sepi
Engkau bak teman sejati bagi air mata ini
Berjuta pinta saat engkau hadir
Berjuta rahasia jua kala kau tengah pergi
Selalu dinanti
Kadang inginnya kau pun segera pergi
Hujan
Kau-lah berkah dan rahmat dari-Nya
Saat engkau turun, itulah waktu yang mustajab untuk dikabulkannya segala permohonan pada-Nya
Resah gelisah kian menanti jawab-Nya
Semoga kan segera dijawab oleh-Nya
Sebagai pelipur lara
Sebagai penawar hati dan jiwa
Sebagai kabar gembira untuk semua
Hujan
Kapan kau kembali tiba??
Ku harap segera
Karena kau teman setia kala duka dan bahagia
*************************************************************************************
Ciracas | 17 Juli 2012 | 15.00
Merindu hujanku
-Bintang Kecil Berceloteh-














0 komentar:
Posting Komentar