To CELOTEH BINTANG ^_^

click to create your own

Kamis, 05 Juli 2012

Akan Selalu Diuji

Robbii..
Aku sungguh mengerti
Ujian-Mu takkan pernah terhenti
Karena Engkau menginginkan hamba-Mu selalu meminta pada-Mu
Mencurahkan isi hati dan segala hal hanya pada-Mu
Bersyukur dan menangis dihadapan-Mu

Sungguh aku pun takkan sanggup jika jauh dari-Mu
Takkan sanggup hidup tanpa genggam erat tangan-Mu
Takkan kuat dan semangat tanpa belaian kasih sayang dan peluk hangat dari-Mu

Robbii..
Dahulu, ketika ku salah melangkah
Ketika aku tengah terserang “virus” yang kian merusak hati. Dan orang lain menilaiku buruk. Cercaan kian ku dapati. Kabar tak sedap kian sampai ditelinga. Aku menganggap itu sangatlah wajar. Karena akupun tahu, saat itu aku SALAH. AKULAH si TERDAKWA. Sedih memang. Tapi itu harus kuterima. Akupun kian berproses untuk mengobati hatiku yang tengah terserang “virus”. Tak instan memang. Juga tak mudah. Ya, karena ujian-Mu tak hanya sampai disitu.

Ketika tengah berproses pada “pengobatan” saja, selentingan itu masih terdengar. Namun, aku tak ingin menanggapinya. Biarlah. Karena hanya ENGKAU yang Maha Mengetahui segala-galanya. Namun, disaat inilah aku merasa tertusuk. Sakit. Sedihku kali ini melebihi sedihku ketika dahulu aku masih terserang “virus” hati itu.
Tidakkah mereka melihat usahaku untuk sebuah “kesembuhan” ini? Bukankah mereka seharusnya juga mendukungku?
Pernahkah mereka berpikir, ketidakberadaanku disisi mereka di setiap acara dalam organisasi itu demi cepat pulihnya aku?? Karena hanya dengan cara itu aku mampu mengobatinya. Mampu mengusir “virus” itu dari dalam hati dan diriku..

Robbii..
Begitu besarkah dosaku?
Begitu hinanya kah aku?
Sampai ketika sudah berubah dan benar-benar sembuh, masih dianggap memiliki “virus”..
Sampai-sampai  “virus” ini menular kemana-kemana..
Benar-benar sedih. Dada pun sesak ketika mengetahuinya.. T.T

Robbii..
Apa yang harus aku lakukan?
Bagaimana aku mengobati “virus” yang kian meluas jejaknya?
Dengan apa aku harus menghapus jejak-jejak kotor yang tengah ditorehkan oleh “virus” itu?
 

Jika dengan perginya aku dari lingkaran mereka akan menghapuskan jejak-jejak kotor itu, AKU SIAP!
Jika dengan hilangnya aku dari sisi mereka demi sebuah kesembuhan, AKUPUN SIAP!!
Dan jika itu yang terbaik, AKAN AKU LAKUKAN DEMI SEMBUHNYA ORANG-ORANG YANG KU SAYANG DAN KU CINTAI KARENA-MU!!! T.T :’(

Cukup sampai pada diriku saja yang terjangkit “virus” itu..
Namun, jika sudah terlanjur menjalar, semoga ENGKAU cepat memberi “penawar” kepada mereka yang tengah terjangkit..

Sungguh, aku sangat fahim akan kehidupan ini..
Setiap yang hidup takkan mungkin tak terhindar dari sebuah masalah; ujian ; dan pilihan.
Setiap masalah yang KAU beri, pastilah sepaket dengan solusi. Bahkan beragam solusi pasti KAU berikan.

Setiap ujian pun takkan terhenti pada satu titik saja. Karena setiap yang hidup pastilah akan diuji. Dan setiap ujian yang diberi pasti akan berbeda levelnya. Yang dengannya kita akan mengetahui sudah pada level berapa ketaqwaan dan keimanan kita terhadap-Nya.

Begitu juga dengan pilihan. Hidup ini begitu banyak pilihan. Dan setiap pilihan pasti kan ada resikonya. Tinggal kita yang memilih. Memilih hidup mengikuti aturan-Nya dengan resiko bahagia dunia akhirat (PASTI), atau mengikuti aturan yang dibuat oleh manusia dengan resiko yang belum pasti baik untuk di masa mendatang.
Berat memang ketika dihadapkan dengan banyak pilihan. Namun itulah pilihan. Kita tetap harus memilihnya.


Jika dulu aku sempat memilih untuk terjangkit virus yang berwarna merah jambu itu, kini pilihan itu sudah habis masa berlakunya. Karena saat ini aku sudah memilih pilihan yang lain. Pilihan untuk sembuh dari virus itu. Kunci awal sih NIAT!! Kalau kamu?????
Jika kamu terjangkit virus itu, apakah kamu akan memilih pilihan yang sama seperti apa yang kupilih? Memilih untuk sembuhkah? Atau malah menikmati merah jambunya yang tanpa kamu sadari virusnya kian menjalar??

Sedih, si merah jambu (pink) dibilang virus. Padahal itu warna favoritku.. Huhuu..

Setelah aku benar-benar sembuh dari “virus” itu dan sedang memantapkan diri untuk suatu hal yang baik, ujian dari-Nya pun tak pernah pergi dari sisi. Entah, setelah aku LULUS pada ujian ini, ujian apalagi yang akan menghampiri. Yang pasti aku harus selalu siap dan harus memiliki amunisi yang banyak untuk menghadapinya.
Dan seperti inilah bentuk kasih sayang-Nya terhadap hamba-Nya, selalu DIA berikan masalah; ujian, dan pilihan.
Bersabar dan bersyukurlah, karena kita akan selalu diuji demi meraih predikat hamba terbaik di sisi-Nya.. :’)

Apapun masalahnya, berbahagialah..
Apapun ujiannya, tersenyumlah..
Dan apapun pilihannya, pilihlah pilihan yang kian mendekatkan diri kepada-Nya.. :’)


-------------------------------------------------------------------------------------
 Baitii Jannatii | Ciracas, 2 Juli 20012 | 20:21
Dengan air mata yang kian deras ku tulis ini untuk mereka, Saudara dan Saudariku; Sahabatfillah.. (;_;) :’( T.T

Maaf jika kurang berkenan




2 komentar:

Anonim mengatakan...

aku juga merasakan hal yang seperti ini ketika virus itu sudah tidak ada lagi dan sedang masa masa penyembuhan, dan dengan niat yang baru niat lurus karna'Nya, tetapi masih saja ada orang yang mencibir ini itu. tapi tak kudengarkan apa kata mereka yang penting Allah tau apa yang ada di dalam diri kita. keep hamazah ukhti :)

Rufaidlilah Kartika mengatakan...

Sebaik dan seburuk apapun seseorang, pastilah kan selalu di uji...
Namun tetaplah menjadi seseorang yang baik..
Yuuk sama-sama perbaiki diri semata hanya karena-Nya..
Keep Hamasah too untukmu, Ukhtii ^^

Posting Komentar