Berbagi cerita atau mencurahkan isi hati dengan teman sudah menjadi hal yang lumrah. Karena kita manusia adalah makhluk sosial yang tak bisa hidup tanpa bantuan orang lain. Setiap saat pasti ada saja cerita yang ingin kita sampaikan pada teman atau sahabat. Apalagi ketika kita sedang merasa butuh seorang pendengar yang baik, yang selalu siap mendengarkan segala isi hati kita. Entah dengan bertemu langsung atau sekedar berkirim sms, telpon, dan chat lewat sebuah jejaring sosial. Ketika segalanya tengah diungkapkan pasti hati kan terasa lebih lega. Beban yang menggelayuti pikiran terasa tengah melayang jauh. Apalagi sang pendengar ini teman atau sahabat yang lawan jenis. Dan ia sangat membuka diri, siap untuk menjadi tempat segala curahan isi hati. Pasti takkan jarang kita curhat pada mereka. Iya ndak??
Mungkin awalnya karena si pendengar lawan jenis ini adalah teman semasa sekolah. Yang akrabnya karena tempat tinggal yang berdekatan, yang dipertemukan dalam suatu organisasi yang sama, hobbi yang sama, karakter diri yang sama, makanan favorit yang sama atau karena hal yang lain yang sama. Dan dari kesamaan-kesamaan inilah mungkin kita merasa sreg untuk berbagi segalanya dengan mereka. Sehingga setiap apapun yang menimpa kita, serasa hanya mereka yang siap ada untuk kita. Meski hanya sekedar kata, “Cape banget hari ini; Gue nggak konsen belajar niiy; Hasil ujian lo, gmn?; Mau cerita dong!; dan lain-lainnya” yang dikirim via sms, telpon atau lewat jejaring sosial. Hal itu cukup menyita perhatian si lawan jenis untuk dapat membalas dengan sebuah kata-kata motivasi atau yang lainnya. So, pasti kita yang diberi perhatian lebih merasa senang dung tentunya. Siapa sih, orang di dunia ini yang ndak mau diperhatiin?? Pasti semuanya mau diperhatiin. Iya, kaaannn??
Tapi..
Haruskah dibiasakan bercurhat dengan lawan jenis? Meski teman atau sahabat sendiri??
Padahal masih banyak teman atau sahabat sejenis yang kan selalu siap menajdi tempat curahan hati kita..
Bukankah bercurhat ria denga teman sejenis lebih baik?
Karena mereka akan lebih mengerti tentang keadaan yang sedang kita alami. Lebih mudah terbuka untuk segala hal.
Sesekali bercerita dengan lawan jenis mungkin wajar. Sewajar tentang hal apa yang dicurhatkan. Tapi jika kebiasaan itu berlanjut sampai kita berkeluarga atau sedang dalam proses membentuk keluarga, bagaimana? Dan sampai terlontar kata-kata yang seharusnya itu di dapatkan oleh pasangan kita, bagaimana? Tidakkah kita menjaga perasaan pasangan hidup yang tengah kita pilih??
Padahal kita tahu, bahwa si Akh Fulan/Ukh Fulanah tengah berproses dengan orang lain, atau bahkan sudah menetapkan dan memiliki pendamping hidup. Atau mungkin diri kita sendiri tengah memilih si dia untuk menjadi teman hidup kita. Namun, tetap saja curhatan itu berjalan tanpa batas yang tanpa diketahui oleh pasangan kita masing-masing. Jika sudah seperti ini, nantinya akan menjadi bom yang siap meledak kapanpun tanpa kita ketahui..
Heeemmmm..
Menurutku itu sangat ndak wajar..
Ketika masih memiliki sahabat yang sejenis, kenapa harus bercurhat ria dengan lawan jenis?
Apa karena sahabat yang sejenis tak mau kita curhati? Atau mungkin karena kita memang lebih suka bercurhat dengan si dia yang lawan jenis? Atau?? ...
Pasalnya ndak sedikit lho, para akhwat/ikhwan yang ketika dikirimi sms terkait curhatan dengan teman sejenisnya jarang atau sama sekali ndak segera meresponKetika teman yang lawan jenis ingin curhat, dengan sigap jari-jari tangannya mengetik sms dengan kecepatan rata-rata. Begitu juga ketika mendapat telpon atau sekedar chat di jejaring sosial, mereka kan cepat tanggap ketika itu semua dilontarkan dari si lawan jenis.. Sampai-sampai ndak sadar kalau waktu tengah menunjukkan pukul 00.30 WIB.
Saking asyiknya sampe lupa waktu deh tuuhh..
Huuuuuh...
Hemm..
Tak sedikit ku menemukan teman yang seperti itu..
Tapi kembali lagi untuk tidak berprasangka buruk..
Tapi lagi..
Ndak aku aja yang merasakan ketika si teman seperti itu..
Lagi dan lagi hanya Dia yg Maha Tahu..
Dan tak kupungkiri, akupun pernah mengalami hal itu. Bercurhat dengan lawan jenis yang awalnya hanya ku anggap sebagai kaka atau sekedar teman yang memberi semangat. Tapi kini, hal itu sudah tak lagi kuperpanjang dengan alibi yang mungkin saja bisa kulontarkan. Akupun kini sedang belajar untuk tidak curhat dengan lawan jenis. Meskipun ada hal yang mengharuskan, tetap sekedarnya, tidak lebih! Dan cukup samapai disitu!..
Tanya kenapa??
Karena aku ingin menjaga perasaan seorang pendamping hidupku kelak. Entah siapa dia..
Karena akuh hanya ingin berbagi pada seseorang yang tengah ditetapkan-Nya untukku..
Karena akupun ndak suka ketika nantinya pendamping hidupku melakukan hal itu. Jadi, akupun belajar untuk tidak melakukan hal itu.
Untuk kamu yang tengah memiliki pasangan, cukuplah ia yang menjadi tempat untuk mencurahkan segala rasa. Tak perlu mencari tempat yang lain untuk meluapkan segalanya. Karena ia adalah pasangan yang tengah kamu pilih. Jika masih mencari tempat lain untuk berbagi, itu tandanya kamu ndak bersyukur dengan apa yang tengah kamu pilih.
Untuk kamu yang belum memiliki pasangan, cobalah untuk tidak merenge-renge untuk curhat pada lawan jenis yang sudah atau belum memilih pasangan untuk hidupnya. Cukuplah teman sejenismu yang saat ini menjadi curahan isi hati. Jika tak kau dapati teman sejenis yang mampu membuatmu nyaman, maka coba luapkan segalanya pada secarik kertas dengan coretan tintamu.. Itu akan membuatmu sedikit lega.. ^^b (silahken dicoba)..
Dan sejatinya tempat berbagi yang paling baik adalah ketika kita dapat berbagi dan mencurahkan isi hati pada Sang Pemilik hati, Allah SWT. Takkan kita dapati kekecewaan atau kekurangan pada-Nya. Malah sebaliknya, ketenangan jiwa yang kan mampu mengobati luka..
Jadi, jangan pernah mengharapkan kesempurnaan ketika berbagi curahan hati pada manusia. Ia memang makhluk yang paling sempurna, namun tak ada manusia yang paling sempurna di dunia ini.
~Sekian~..
Hanya seuntai kata MAAF untukmu jika celotehku membuatmu tersinggung atau tersandung. J
Bukan untuk menge-judge, namun untuk memotivasi..
Bukan untuk merendahkan, namun untuk mengingatkan..
Dan..
Yuukk..!
Sama-sama kita berproses menuju diri yang lebih baik..
Karena saat inipun aku sedang berproses menuju hal itu..^^
Semoga bermanfaat..
Salam senyum selalu^^..
~Bintang Keudcil Berceloteh~














0 komentar:
Posting Komentar