Ya, Oktober tengah menyapa. Rasa gundah di hati Luna kian bertambah. Lantaran untuk menuju penghujung tahun 2012 ini pun tak lama lagi. Luna terus berikhtiar untuk sebuah takdir terbaik yang tengah ia targetkan di tahun ini. Ya, sebuah pernikahan. Tahun 2012 ini ia harus sudah menikah. Ia ingin segera menyempurnakan Ad-Dien-nya. Mengikuti Sunnah Rasul-Nya. Dan yang pasti ia ingin memiliki teman disisi ketika suka maupun duka tanpa harus berbuat dosa.
Menikah...
"Mampukah aku menikah di tahun ini, Yaa Robb?" "Tahun ini tinggal 2 bulan lagi. Sekarang saja sudah Oktober, November, Desember. Mampukah aku Yaa Robb?"
Pertanyaan itu kerap menjadi beban pikirannya. Karena baru beberapa waktu lalu, ia tengah mendengar alasan Ibunya agar LULUS KULIAH dulu, baru menikah. Peristiwa yang menyesakkan Luna juga Ibunya kian lekat diingatan. Seakan menjadi tembok penghalang baginya, bahwa ia takkan mampu menikah di tahun ini.
Lain dari itu, yang sangat menyesakkan Luna adalah ketika awal Oktober ini sang ikhwan datang kembali menemui kedua orang tua Luna dengan tujuan untuk memperjelas dan mendapat kepastian diizinkan atau tidaknya untuk ssegera menikahi Luna di tahun ini. Jika kedua orang tua Luna tetap pada keyakinannya agar Luna LULUS KULIAH dahulu, sang ikhwan lebih baik mundur dari proses yang telah dijalaninya dengan Luna dan ia akan mencari takdir terbaiknya pada tempat yang lain. Yang artinya adalah sang ikhwan akan memutuskan hubungan dengan Luna dan mencari akhwat yang siap untuk dinikahi tahun ini. Luna, yang sedari awal mendengarkan perbincangan sang ikhwan dengan kedua orang tuanya dari dalam kamar pun sontak tak percaya. Bak disambar petir. Tubuhnya seketika melemas. Hatinya pun seperti disayat-sayat, dicabik-cabik. Luna seperti ditendang dari lantai 100 menuju lantai dasar. Tubuh, hati dan pikirannya pun sangat kacau. Pipinya pun tak pernah kering dari air yang kian deras mengalir.
Satu minggu setelah ikhwan itu datang, ia akan kembali datang bersama keluarganya untuk memperjelas dan mendapat kepastian akan proses ini.
"Robbii, cobaan apalagi yang kau suguhkan padaku?" "Ku mohon petunjuk-Mu atas segala perkara ini. Karena Engkau yang memberi kemampuan dan kekuatan padaku"...
Tak satu malam pun ia tinggalkan demi mencurahkan rasa sedih dan kacawnnya pada pemilik ruh dan jasad-Nya. Luna habiskan malam-malamnya dengan penuh air yang kian membasahi pipi dan hatinya. Ia pasrah akan segala kehendak-Nya. Ia serahkan segala perkara yang baik dan buruk pada-Nya setelah ikhtiar yang tengah dilakoni, doa yang kian diucapkan.
**********************************************************************************
Malam kedua setelah ikhwan itu datang kerumah. Luna dan keluarga besar bermusyawarah membahas apa yang disampaikan ikhwan itu pada kedua orang tua-nya. Luna berharap, Ibu akan kembali merubah haluan yang lain kata adalah kembali mengizinkannya untuk menikah di tahun ini. Dada Luna berdegup kencang. Kaku tingkahnya dihadapan Bude dan Pakde-nya. Sambil terus berdoa dalam hati dengan mengkutak-katik Hp-nya, ia mencoba tetap tenang, dan santai.
Malam ini ia seakan kembali merasakan hawa persidangan, ditanya ini itu. Luna yang hatinya lembut, yang selalu mengandalkan segala hal dengan perasaan, ia menjawab setiap pertanyaan yang diajukan pastilah dengan jawaban yang bercampur dengan isak tangis dan air mata. Sensitif banget euy..
Meski begitu, musyawarah bersama Bude dan Pakde ini seakan pengobat dari hati Luna yang sakit dan sedih kemarin. Namun, masih ada satu alasan yang membuat Luna takut. Takut hati Ibu belum sepenuhnya ikhlas akan keputusan musyawarah malam ini, karena adik dari Ibunya Luna, Om-nya Luna belum mendukung sepenuhnya.
Musyawarah malam kedua, semua tengah berkumpul. Luna merasa hawa ketegangan kian merasup dan mengelilingi dirinya. Om-nya Luna pun terlihat agak acuh, atau memang kelelahan baru pulang dari kantor. Entahlah... Saat ini Luna bener-benar pasrah. Berharap Allah kian memberikan jalan terbaik-Nya. Malam ini, Luna benar-benar di tatar habis-habisan. Suara sesegukan Luna kembali terdengar di ruang tamu yang cukup luas. Luna bicara panjang kali lebar atas keinginanya menikah di tahun ini yang tak sekedar keinginan belaka tanpa usaha yang dilakukan. Ayah Luna yang sudah lama mendukung keinginan Luna pun angkat bicara. Ibu, yang beberapa hari lalu masih kekeuh dengan inginnya pun kini telah luluh atas penguatan ayahnya Luna. Pakde dan Bude pun sebenarnya kurang setuju, tapi itu dikembalikan pada Ibu dan Ayahnya Luna. Dan ketika Om-nya Luna, adik dari Ibu-nya Luna angkat bicara, jauh di dalam hatinya ia sangat menyayangi Luna. Ia ingin Luna LULUS KULIAH dahulu. Bekerja. Bersenang-senang akan hasil yang di dapatkan oleh Luna. Bahagiakan Ibu dan Ayah dahulu. Sungguh, sebenarnya ia sayang pada Luna. Ia ingin Luna lebih bahagia dan lebih baik darinya dan Ibu Ayah-nya Luna. Namun, ketika tengah mendengar alasan Ayah-nya Luna tentang targetan Luna di tahun ini, ia pun segera mendukung, dan itu adalah sebuah kekuatan lagi untuk Ibu-nya Luna. Alhamdulillaah...:')
Intinya, pesan dari keluarga besar Luna, yang terpenting adalah Luna dan sang ikhwan itu harus tetap menyelesaikan kulian mereka. Jika sudah LULUS dan menyandang S1, lanjutkan ke jenjang selajutnya. Hidup rukun. Saling mengerti, berbagi, dan yang paling penting adalah saling terbuka, JUJUR. :')
Dan...
Kalimat yang paling Luna ingat dari Om-nya adalah, "Kalau sampe kamu disakiti sama ikhwan itu, dia bakalan saya habisin!!"
"Ya, Allah.. karena sayangnya sama aku, ia mampu sampai berkata seperti itu", desah Luna dalam hati.
Alhamdulillah..
Meski ada ketegangan, tapi keputusan sudah membulat ditangan. Semua sudah sepakat. Namun tetap ada syarat, yang merupakan isyarat rasa sayangnya mereka pada diri ini sebagai putrinya juga keponakannya.
Berharap ini keputusan yang terbaik dari-Nya..
#Ikhtiarkuu :')
Berharap kian dimampukan dan dikuatkan~
Bismillaah..
Meski ada ketegangan, tapi keputusan sudah membulat ditangan. Semua sudah sepakat. Namun tetap ada syarat, yang merupakan isyarat rasa sayangnya mereka pada diri ini sebagai putrinya juga keponakannya.
Berharap ini keputusan yang terbaik dari-Nya..
#Ikhtiarkuu :')
Berharap kian dimampukan dan dikuatkan~
Bismillaah..














0 komentar:
Posting Komentar